Tantangan Pembangunan Jaringan 5G di Indonesia
Tantangan Pembangunan Jaringan 5G di Indonesia

Saat ini beberapa negara di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia sudah mulai membangun dan menguji coba jaringan telekomunikasi 5G. Operator telekomunikasi Telkomsel dan XL Axiata sudah menggelar uji coba 5G dalam ajang pesta olahraga Asian Games 2018.

Namun, Robert Cattanach (President Director Nokia) mengungkapkan infrastruktur dan ekosistem di Indonesia belum siap untuk mengadopsi jaringan 5G. Karena itu, Indonesia harus bergerak cepat untuk menerapkan teknologi 5G supaya tidak tertinggal dari negara lainnya.

Jaringan 5G Lebih Bermanfaat untuk Industri di Indonesia
Jaringan 5G Lebih Bermanfaat untuk Industri di Indonesia

“Penerapan 5G ini tidak siap karena infrastruktur tidak siap. Palapa Ring lambat perkembangannya, kita perlu sesuatu yang lebih cepat . Dengan fokus pada pembangunan di 5G, Anda bisa tingkatkan dua kali produktivitas,” ujar Cattanach di Jakarta.

Baca juga: Bangun Jaringan 5G, Pemerintah Siapkan Spektrum 2,8 GHz dan 3,5 GHz

Cattanach mengatakan kondisi geografis di Indonesia yang luas menjadi tantangan terbesar dalam penerapan infrastruktur jaringan 5G karena luasnya wilayah Indonesia itu mengakibatkan tingginya biaya untuk pembangunan infrastruktur 5G.

Baca: Jaringan 5G Berperan Wujudkan 4 Solusi Smart City di Indonesia

“Indonesia sangat luas dan cukup rumit serta mahal untuk memasang teknologi (5G). Tapi, Indonesia punya kekuatan volume karena jumlah masyarakat Indonesia sangat banyak,” kata Cattanach.

Penerapan jaringan telekomunikasi 5G bisa membuka peluang perekonomian baru di industri seperti mobil tanpa sopir dan robot.

Baca juga: Jaringan 5G Berperan Wujudkan 4 Solusi Smart Citu di Indonesia

Indonesia harus melakukan refarming (penataan ulang pita frekuensi radio) 3G ke 4G agar lebih efektif penggunaan spektrum yang digunakan untuk jaringan 5G.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here