Beranda Indeks Product Alasan Samsung Tidak Ingin Ladeni Xiaomi untuk Perang Harga

Alasan Samsung Tidak Ingin Ladeni Xiaomi untuk Perang Harga

Jakarta, Itech – Para vendor smartphone kerap melancarkan perang harga untuk memenangi kompetisi smartphone di pasar dan mengambil hati pengguna. Strategi perang harga yang membanderol smartphone berspesifikasi tangguh dengan harga murah sangat sukses di pasar

Xiaomi sukses melakukannya dengan Xiaomi Redmi Note 5 dan varian Xiaomi lainnya. Disusul, Asus yang mengandalkan Zenfone Max Pro M1. Kedua smartphone itu dibanderol Rp 2 jutaan, sangat ramah untuk kantong orang Indonesia.

Sayangnya, Samsung Indonesia enggan meladeni Xiaomi dan Asus yang kerap melancarkan perang harga.

Jo Semidang (IM Marketing Director Samsung Electronics Indonesia) mengatakan Samsung fokus mengutamakan smartphone yang memberikan banyak value kepada pelanggan daripada harus terlibat perang harga.

“Pemain-pemain low-cost itu umurnya tidak panjang karena menarik konsumen hanya yang loyal dengan harga. Begitu ada yang lebih murah, dia pindah. Begitu seterusnya sampai yang kehabisan ‘gas’ keluar dari pasaran. Kami (Samsung) mainnya long-term,” katanya.

Jo mencontohkan fitur asisten virtual Bixby Vision Galaxy A6 dan Galaxy A6 Plus yang mampu menerjemahkan teks lewat kamera secara real time sehingga memudahkan pengguna yang sedang bepergian ke luar negeri.

“Sebagai vendor, kami berupanya memberikan value added, Jadi, bukan hanya membanding-bandingkan spesifikasi saja, ada hal lain di luar itu yang sesuai dengan target market kami. Ini tentang totalitas experience,” pungkasnya.

Alasan Huawei

Huawei pun enggan meladeni perang harga yang kerap dilancarkan beberapa vendor smartphone di Indonesia. Lo Khing Seng (Deputy Country Director of Huawei Indonesia Consumer Business Group) mengatakan pasar smartphone di Indonesia sangat sensitif soal harga dan Huawei Indonesia tidak ingin tergesa-gesa merangsek pasar dengan memberikan harga smartphone yang murah meriah.

“Pasar Indonesia memang sensitif dengan harga, tetapi kembali lagi, kalau produk itu seperti lari sprint (lari kencang untuk mencapai garis finis), Huawei ambil jalan lain, mirip maraton, artinya kami sungguh-sungguh mempersiapkan segalanya dengan benar dan perlahan-lahan memberi value lebih pada konsumen,” ujarnya.

“Kami tahu merek-merek yang main harga seperti apa sekarang. Tapi, Huawei mengambil jalan lain. Sungguh-sungguh mempersiapkan dengan benar dan selalu berinvestasi memberikan nilai ke konsumen melalui teknologi dan produk-produk yang berkualitas,” katanya.

Huawei Indonesia sadar ada beberapa vendor smartphone yang kuat seperti Xiaomi dan Asus yang berani berlaga di perang harga smartphone. Namun, saat ini Huawei masih fokus mengalahkan lawan yang berada di atasnya secara global yaitu Samsung dan Apple.

“Kalau dari huawei, karena kami di global posisi nomor tiga, kami selalu melihat ke atas. Cuma sebelum ke atas, kami juga harus tahu diri dan juga melihat langkah demi langkah siapa yang harus kami fokuskan. Tetapi tujuan utama kami tetap nomor satu, jadi fokusnya ya yang nomor satu,” ucapnya.

Karena itu, Huawei akan terus menjaga kualitas dan memberikan barang-barang yang bagus.

“Sebagai contoh baterai. Walaupun Nova 2 Lite punya baterai 3.000 mAh, tapi waktu hidupnya lebih panjang dari ponsel lain dengan kapasitas yang sama atau mungkin yang punya kapasitas lebih besar,” kata Lo Khing.

“Intinya gini, kami akan sangat komitmen dengan kulitas dan level layanan untuk konsumen. Di samping itu juga investasi di bidang komunikasi, marketing, dan digital, terutama online. Karena kami tahu saat ini ada pergeseran kebiasaan konsumen yang ke arah online,” tutupnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here