Beranda Indeks Expert CEO Go-Jek Nadiem Makarim: “kebohongan yang kita katakan kepada diri sendiri tentang...

CEO Go-Jek Nadiem Makarim: “kebohongan yang kita katakan kepada diri sendiri tentang kepemimpinan”

https://www.itech.id/wp-content/uploads/2018/02/55294255.jpg
CEO Go-Jek Nadiem Makarim (Go-Jek)

Nadiem Makarim bukanlah orang yang menghindar dari kepemimpinan. Sebagai co-founder dan CEO Go-Jek – jawaban Indonesia untuk fenomena layanan pemesan kendaraan secara online – Nadiem yang kini berusia 33 tahun bertanggung jawab untuk bisnis yang mencakup di lima negara dan armada yang berkembang dengan lebih dari satu juta pengemudi.

Namun, perjalanan delapan tahun yang membawanya ke posisi itu tidak selalu mulus, dan itu mengajarinya pelajaran manajerial yang penting.

“Sebagai seorang pendiri, Anda merasa tahu apa yang benar, dan itu adalah naluri alami yang dimiliki,” kata Makarim kepada CNBC “Managing Asia.”

Tapi, menurutnya, itu bisa jadi kepercayaan diri yang menipu – dan itu hal yang berbahaya.

“Selalu merasa tahu apa yang benar adalah kebohongan yang kita katakan kepada diri sendiri sebagai pemimpin,” kata Makarim, yang mengatakan dia cepat belajar bahwa dia harus melonggarkan kepemimpinanya atau akan menghadapi konsekuensinya.

“Semakin tinggi Anda berada dan semakin besar perusahaan Anda, orang-orang juga menjadi enggan untuk mengatakan kepada Anda apa yang sebenarnya mereka pikirkan,” katanya.

“Bagian dari pembelajaran pribadi saya adalah memahami bahwa jika Anda tidak mengembangkan gaya kepemimpinan Anda sesuai dengan posisi perusahaan Anda saat ini, maka Anda akan membuat diri Anda tidak berguna dengan sangat cepat.”

Ini adalah nasib yang menimpa banyak pemimpin, termasuk CEO Uber, salah satu pesaing Go-Jek, yang mengundurkan diri di tengah gelombang kritik terhadap kepemimpinannya.

Makarim mengatakan sekarang dia secara aktif mendorong terjadinya diskusi kolaboratif dan menginginkan mereka yang paling dekat dengan  kegiatan bisnis sehari-hari untuk membantu pengambilan keputusan. Hal itu dilakukannya di bisnis ojek sepeda motor Go-Jek – layanan andalannya – hingga ke bisnis lainnya, yang berkisar dari pengiriman makanan hingga pembiayaan dan layanan kecantikan.

“Memiliki banyak orang dengan berbagai cara yang sangat berbeda tentang bagaimana mencapai visi perusahaan itu sangat bermanfaat, sehingga mengelilingi diri Anda dengan orang-orang yang berani mengatakan “tidak” atau mengatakan ada cara yang berbeda menjadi sangat penting,” kata Makarim.

Keragaman pemikiran dan adanya ambisi juga penting untuk mendorong bisnis ke depan, jelas Makarim, yang mengatakan ia sekarang memiliki peran untuk menarik hal itu muncul dari para stafnya.

“Untuk melakukan itu, kadang-kadang Anda harus mendorong imajinasi dan usaha mereka terlebih dahulu dan kemudian pada akhir siklus itu mereka akan menyadari ‘Ya Tuhan, lihatlah apa yang saya capai, saya tidak pernah berpikir saya bisa mencapai itu,’ dan itu memberi mereka rasa percaya diri untuk kemudian melanjutkan dan mengembangkannya sendiri, “kata Makarim.

Pemberian  delegasi kepada anak buah semacam itu akan menjadi lebih penting ketika Go-Jek sedang melakukan ekspansi di seluruh Asia Tenggara.

Baca juga: Go-Jek Bersiap Incar Empat Negara ini di Asia Tenggara

Saat ini, platform Go-jek yang bernilai US$5 miliar hanya aktif di Indonesia, dengan kantor tambahan di Singapura dan Bangalore, India. Tapi Go-Jek mengumumkan bulan lalu bahwa layanannya akan diluncurkan di Vietnam dan Thailand mulai Agustus tahun ini sebagai bagian dari rencananya untuk bersaing dengan pemain seperti Grab dan pemain regional lainnya.

Kedua bisnis itu, yang akan beroperasi dengan nama Go-Viet dan Get, masing-masing, akan berjalan secara independen tetapi akan menerima dukungan dan bimbingan dari Go-Jek, serta mitra lokal.

“Kami membimbing mereka berdasarkan apa yang telah kami pelajari untuk menjadi sukses, dan apa yang telah kami pelajari yang tidak berhasil di Indonesia,” kata Makarim.

“Kami membimbing dengan sangat terbuka, tetapi harapannya adalah bahwa seiring waktu mereka akan dapat benar-benar membuat strategi pasar yang unik, baik dalam memilih produk mana yang akan diluncurkan, urutan cara peluncurannya, dan bagaimana mereka ingin melakukannya,” dia menambahkan.

Sumber: CNBC.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here