BI segera selesaikan kasus turis asal China di Bali bayar pakai WeChat dan Alipay
BI segera selesaikan kasus turis asal China di Bali bayar pakai WeChat dan Alipay

Pembayaran digital yang dilakukan sejumlah turis asal China di Bali kini tengah menjadi sorotan. Mereka diketahui menggunakan aplikasi messenger yaitu WeChat dan Alipay untuk transaksi pembayaran. Padahal dua aplikasi ini belum melakukan kerja sama dengan perusahaan sistem pembayaran lokal.

Menanggapi peristiwa itu, Onny Widjanarko, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia mengatakan regulator mendorong penyelenggara sistem pembayaran dari China ini bisa bekerjasama dengan pemain lokal.

Hal ini diseebabkan transaksi yang dilakukan oleh turis China di Bali tidak memenuhi peraturan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) melalui Peraturan BI (PBI) 19/8/PBI/2017 tentang GPN.

Dalam salah satu poin aturan, disebutkan bahwa setiap prinsipal asing yang memproses transaksi pembayaran ritel di indonesia harus bekerja sama dengan lembaga switching domestik yang sudah disetujui bank sentral.

“Mereka kami berikan waktu silakan masuk ke Indonesia layani turis untuk membeli barang, namun mereka harus bekerja sama dengan pemain sistem pembayaran yang berizin dari Indonesia,” kata Onny dalam bincang bincang media, Kamis (13/9).

Selain harus bekerjasama dengan pemain lokal, nantinya WeChat dan Alipay juga harus terhubung dengan bank BUKU IV terkait penyimpanan dana dan terhubung ke GPN (gerbang pembayaran nasional). Hal ini agar sesuai dengan aturan PBI yang berlaku.

Terkait kasus ini, BI sudah menutup beberapa merchant yang bekerjasama dengan WeChat dan Alipay untuk melakukan transaksi. Di lapangan, BI masih mengecek untuk memastikan transaksi yang dilakukan turis China ini sesuai dengan aturan yang berlaku.

BI mencatat memang beberapa turis China yang ada di Bali memang menggunakan aplikasi messenger seperti WeChat untuk digunakan sebagai alat pembayaran. Selain WeChat beberapa turis China juga menggunakan Alipay.

Kebanyakan turis China berbelanja di merchant lokal dengan menggunakan WeChat. Terkait ini menurut Onny, BI tidak akan membatasi tapi akan lebih mengatur supaya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Transaksi yang dilakukan turis China ini masuk ke transaksi cross border. Terkait ini, BI nantinya akan mengarahkan agar turis ini menggunakan mata uang rupiah sebagai alat pembayaran.

Jika nanti WeChat dan Alipay sudah berkerjasama dengan pemain lokal sistem pembayaran, maka diharapkan akan ada pembagian fee yang adil sehingga bisa sama-sama tumbuh.

Baca juga:

Cina negara nomor satu di industri fintech

Perusahaan mobile payment ‘berjuang’ menurunkan penggunaan uang tunai di Asia Tenggara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here