Beranda Indeks Event Diaspora AS Diajak Buat Bisnis Digital di Tanah Air

Diaspora AS Diajak Buat Bisnis Digital di Tanah Air

Menkominfo: Rudiantara paparkan perkembangan infrastruktur dan ekosistem digital di Tanah Air.

Jakarta,Itech-Para diaspora atau perantau Indonesia di Amerika Serikat (AS) diajak untuk bersama membangun industri digital di Tanah Air. Selain prospeknya menjanjikan, infrastruktur dan ekosistem digital yang ada di Indonesia saat ini, sudah lebih mendukung.

“Tahun 2015-2016, waktu itu saya katakan, jangan kembali ke Indonesia sekarang untuk masuk ke dunia digital. Karena ekosistemnya belum siap, nanti yang ada frustasi. Tapi saat ini, saya menilai waktu yang tepat untuk kembali ke Indonesia untuk masuk industri digital, karena ekosistemnya sudah lebih baik dan  berkembang pesat. Bahkan saat ini sudah ada empat start up unicorn Indonesia serta Palapa Ring untuk mendukung internet kecepatan tinggi. jadi kalau sekarang, saya berani mengatakan, kembalilah ke Indonesia,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara ketika menyampaikan kondisi tren digitalisasi di Tanah Air dan ekosistem ekonomi digital di hadapan alumni serta mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (PERMIAS), pada (04/8), di Hotel Novotel Mangga Besar, Jakarta sebagaimana dilansir Biro Humas Kementerian Kominfo.

Dikatakan, tahun 2030 Indonesia akan mencapai puncak bonus demografi, yaitu kondisi penduduk Indonesia usia produktif menjadi dua kali lebih banyak dibanding yang tidak produktif. Karena itu, untuk mendorong kreatifitas kaum muda, pemerintah saat ini terus memfasilitasi ketersediaan ekosistem ekonomi digital di seluruh pelosok daerah Indonesia. Berbagai fasilitas tersebut bisa mulai dari pembangunan infrastruktur sampai mempermudah perizinan pengembangan jasa usaha start up.

Pemerintah juga menargetkan membangun akses internet cepat (broadband internet) untuk seluruh ibukota kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, bahkan mencakup daerah kabupaten dan pulau yang terpencil. Kebijakan keberpihakan atau affirmative policy ditujukan untuk menyiapkan ekosistem ekonomi digital. Pemerintah di antaranya sudah membuat kebijakan keberpihakan (affirmative) yang intinya seluruh masyarakat memiliki hak akses terhadap internet. Dalam kaitan ini telah dibuat dan diluncurkannya Program Palapa Ring yaitu Tol Informasi yang ditargetkan tahun 2019 selesai. Sebanyak 514 ibukota kabupaten dan kota di Indonesia akan terkoneksi dengan akses internet cepat tersebut.

Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi dengan membangun serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer. Selain jaringan serat optik, akan diluncurkan pula Satelit Palapa Ring untuk mengintegrasikan jaringan backbone yang telah ada (existing network) dengan yang baru dibuat (new network). Jaringan backbone Palapa Ring akan menjadi andalan para penyelenggara telekomunikasi serta pengguna jasa telekomunikasi di Indonesia. Saat ini telah terbangun konstruksi fiber optik di Indonesia bagian barat yang sudah beroprasi sejak Maret 2018. Sedangkan di Indonesia bagian tengah akan beroperasi akhir september dan Indonesia bagian timur ditargetkan rampung pada Desember nanti.

“Banyak potensi yang dapat dikembangkan dalam industri digital di Indonesia. Beberapa permasalahan bisa menjadi peluang untuk menghadirkan solusi digitalisasi. Setiap permasalahan itu kesempatan, ada proses bisnis di dalamnya. Kalau jadi start up itu mempermudah proses bisnis. Go-Jek mengubah proses bisnis, biasanya ojek mangkal, sekarang kita panggil,” paparnya.

Acara pertemuan dan diskusi PERMIAS terselenggar atas kerja bersama PERMIAS dengan Indonesian Diaspora Network-United (IDN-U). Diskusi mengangkat tema 3 Generasi B3rkolaborasi untuk RI yang dirancang sebagai ajang temu dan diskusi antara alumni AS, mahasiswa yang sedang berkuliah di AS, dan para pelajar yang akan atau tertarik untuk berkuliah di AS. Pertemuan tiga generasi PERMIAS kali ini merupakan pertemuan yang pertama kali digelar sejak organisasi itu berdiri tahun 1961.

“Saya amat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh panitia dan teman-teman yang telah mengumpulkan alumni, kemudian mahasiswa yang sedang belajar dan yang akan belajar di Amerika Serikat. Acara seperti ini kita harapkan bisa menjadi ajang silaturhami dan berdialog untuk kemajuan bangsa ke depan,” ujarnya. (Red-AC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here