Beranda Indeks Expert Berita Palsu Dan Bagaimana Artificial Intelligence Mengatasinya

Berita Palsu Dan Bagaimana Artificial Intelligence Mengatasinya

Ada peringatan bagi mereka yang menyusupi saluran konten dengan informasi yang tidak faktual, karena ada permintaan yang tinggi terhadap metode baru untuk menyaring informasi yang disajikan setiap hari agar fakta-fakta tidak tercampur. Orang-orang mendambakan cara untuk memotong opini, pembicaraan tentang pemasaran dan propaganda, untuk mendapatkan kebenaran. Dan teknologi merupakan solusi yang kita butuhkan untuk menjadi pengambil keputusan yang didorong oleh data dan secara obyektif memahami informasi tersebut.

Fake News vs Fakta (iStock)

Sekarang adalah era Big Data, Machine Learning dan Artificial Intelligence. Ada alasan mengapa kita harus berjuang di bawah tekanan konten palsu atau tidak berguna. Setiap 60 detik, 160 juta email dikirim, 98.000 tweet dibagikan di Twitter, 600 video diunggah ke YouTube dan 1.500 entri blog dibuat. Tak seorang pun kecuali mesin yang bisa mengimbangi semua itu.

Kita tidak hanya berjuang untuk menentukan apakah politisi mengatakan kepada kita kebenaran, tetapi juga para pemasar yang mencoba menghubungkan kita dengan semua jenis produk yang kita butuhkan karena mereka lebih baik daripada kompetitor.

Kita tidak pernah mengalami saat seperti itu sebelumnya, ketika kita memiliki begitu banyak informasi dan begitu banyak pendapat yang dilontarkan pada kita dari berbagai sudut. Sebagai tanggapan terhadap usaha keras kita, sekarang sudah ada, dan menjadi semakin terlihat, organisasi pemeriksa fakta yang berdedikasi untuk membedah dan menganalisis pernyataan yang dibuat oleh politisi dan tokoh masyarakat.

Karena data terus meledak, kemampuan untuk menggeledahnya untuk menemukan kebenaran yang diperlukan dalam suatu situasi sangat penting. Konsumen juga tidak akan bersabar. Mereka ingin mencari tahu apa pun yang ingin mereka ketahui dan mereka ingin mengetahuinya sekarang. Merek harus menanggapi dengan kebenaran dan transparansi jika mereka berharap untuk tetap kompetitif.

Bisnis mulai merespons tuntutan pelanggan mereka akan fakta. Teknologi Big Data dan Machine Learning yang diluncurkan memberi pelanggan bahan mentah yang dibutuhkan untuk mengukur hal-hal yang dianggap benar, fakta-fakta obyektif dan kemudian bertindak berdasarkan temuan-temuan itu, daripada bergantung pada opini dan insting yang begitu umum dewasa ini.

Baca juga: Big Tech adalah industri ekstraktif, harus diatur sedemikian rupa

Periksa Iklan Kami

AdVerif.ai menawarkan solusi untuk memverifikasi iklan sehingga pengiklan dapat mengawasi tempat konten ditampilkan dan penerbit dapat memeriksa bahwa konten tersebut memenuhi kebijakan mereka. Alat ini melengkapi pekerjaan staf editorial dengan pembelajaran mendalam dan kemampuan Natural Language Processing untuk mendeteksi pola yang menunjukkan spam, malware, atau konten yang tidak pantas. AdVerif.ai juga memeriksa konten iklan dan menggunakan alat Artificial Intelligence yang memanfaatkan penyimpanan pengetahuan online untuk mengkonfirmasi fakta atau menyoroti potensi informasi palsu.

Facebook Fact Checking

Terutama setelah serangan balik baru-baru ini terhadap Facebook, perusahaan berada dalam misi untuk mendapatkan kembali kepercayaan pengguna. Facebook telah bekerja dengan empat organisasi pemeriksa fakta independen — Snopes, Politifact, ABC News dan FactCheck.org — untuk memverifikasi kebenaran kisah viral. Alat-alat baru yang dirancang untuk mencegah penyebaran misinformasi akan memberitahu pengguna Facebook ketika mereka mencoba untuk berbagi cerita yang telah ditandai sebagai palsu oleh ‘pemeriksa fakta independen’ ini. Facebook baru-baru ini mengumumkan rencananya untuk membuka dua Lab Artificial Intelligence baru yang akan bekerja untuk menciptakan jaring pengaman Artificial Intelligence bagi penggunanya, menangani berita palsu, propaganda politik, serta bullying di platform-nya.

Transparansi Merah dan Putih

Alit Wine memimpin industri untuk “menyinari tempat-tempat yang tidak dibicarakan industri anggur,” kata pendirinya Mark Tarlov. Salah satu hal yang biasanya ditutup rapat di industri ini adalah berapa biaya setiap elemen dari proses pembuatan anggur. Tapi, hal itu tidak dilakukan Alit Wine. Ia menjual anggur langsung kepada konsumen dan mereka merinci dengan pasti berapa banyak biaya dalam setiap langkah produksi untuk anggur yang mereka jual.

Kita Mengawasi ‘Big Brother’

Biasanya kita khawatir tentang pengawasan pemerintah terhadap urusan kita sendiri. Tapi, Contratobook membantu warga meneliti pekerjaan pemerintah dan pejabat publik. Diluncurkan di Meksiko pada tahun 2016 oleh sekelompok peretas anonim, perusahaan ini adalah platform open source yang memungkinkan orang-orang untuk menelusuri, mem-filter, dan mengomentari lebih dari 1,6 juta tawaran dan kontrak pemerintah sejak tahun 2002. Bagi mereka yang memiliki keinginan untuk melakukannya, mereka dapat melihat setiap rincian entri termasuk nilai kontrak, pihak yang terlibat dan tanggal mulainya untuk mendeteksi pengeluaran tidak teratur atau tidak akurat.

Merek, platform, dan perusahaan yang membangun kepercayaan dengan basis pelanggan mereka melalui transparansi dan informasi faktual yang dapat diverifikasi dengan data akan memiliki keunggulan kompetitif di dunia yang telah bosan dengan ketidakjujuran yang tersebar luas dan misinformasi yang merembes ke budaya kita.

Berkat Big Data dan Machine Learning, setiap perusahaan kini dapat menciptakan sistem yang lebih transparan dan dapat dipercaya yang dapat kita semua manfaatkan.

Berita ini diambil dari Forbes.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here