Beranda Indeks Business Solution Bagaimana cara rumah kita bisa menghasilkan, menyimpan, dan menjual energi?

Bagaimana cara rumah kita bisa menghasilkan, menyimpan, dan menjual energi?

https://www.itech.id/wp-content/uploads/2018/07/Residential-Energy-Storage-System-di-Hawaii.jpg
Sebuah sistem penyimpanan energi untuk perumahan di Hawaii

Ketika kita bergerak menuju energi terbarukan dalam upaya kita untuk mengurangi karbon dalam kegiatan ekonomi kita, penyimpanan energi menjadi semakin penting. Bisakah rumah tangga menjadi bagian integral dari jaringan listrik nasional?

Saat Adam Courtney, seorang warga  Godmanchester, Inggris ingin mengurangi tagihan energi listrik di rumahnya yang “tidak terlalu hemat energi”, maka menggunakan panel surya adalah jawabannya.

Tapi, dia segera menyadari bahwa simpanan listrik yang diperolehnya ternyata tidak sebesar yang ia bayangkan. Sumber energi terbarukan juga tidak selalu tersedia pada waktu yang dibutuhkan.  Dan saat hari mendung ia dan keluarganya sangat bergantung pada jaringan listrik nasional.

Padahal, ia memiliki kapasitas cadangan listrik saat hari-hari cerah, tetapi hanya mendapat sangat sedikit sebagai imbalannya.

“Kami akhirnya mengirim kembali cadangan listrik yang kami peroleh ke jaringan listrik nasional, tetapi pembayaran yang kami terima sangat kecil, jadi saya akhirnya berpikir ‘mengapa melakukan itu?’,” katanya.

Sebagai gantinya, Adam yang juga memiliki pusat data, memutuskan bahwa dia dapat lebih baik menggunakan listrik yang dia hasilkan, jika saja dia dapat menyimpannya ketika dibutuhkan.

Dia mulai meneliti penyimpanan energi listrik dalam baterai – bahkan pernah ingin membangun sistemnya sendiri – sebelum akhirnya memilih Tesla Powerwall yang dapat menyimpan kelebihan energi yang dihasilkan oleh panel surya.

https://www.itech.id/wp-content/uploads/2018/07/Tesla-Powerwall.jpg
Tesla Powerwall, sistem penyimpanan energi listrik untuk perumahan (Tesla)

Satu unit Tesla Powerwall dan biaya perangkat keras pendukungnya hanya di bawah £ 6.000, dengan biaya pemasangan hingga £ 3.000 ke atas. Tapi itu memungkinkan dirinya untuk membeli energi listrik pada waktu yang lebih murah, menurunkan biaya operasional dari kedua rumahnya dan dua mobil listrik keluarganya.

“Menggunakan Economy 7, suatu sistem perencanaan tarif listrik yang berbeda, akan ada tarif listrik lebih murah di malam hari dan Powerwall dapat mengetahui, misalkan,  besok hari akan cerah sehingga tahu berapa banyak daya harus dibeli,” jelasnya.

“Sebelumnya tagihan listrik saya £ 140 sebulan, tapi sekarang saya hanya menghabiskan £ 25 per bulan untuk listrik, dan sebagian besar dari itu digunakan untuk mobil.”

Penyedia penyimpanan energi lainnya – seperti Ovo Energy, Powervault, dan Moixa juga telah memasuki pasar ini – terutama karena kendaraan listrik (EV) dapat menjadi tambahan yang bermanfaat bagi campuran energi domestik. Baterai mobil BMW i3 sudah digunakan untuk menyimpan energi yang dihasilkan dari kincir angin atau windfarm di Wales, sehingga masuk akal untuk mengintegrasikan teknologi baterai mobil ke rumah-rumah.

Tesla memimpin dalam hal penyimpanan energi listrik dalam baterai. Baterai yang terpasang di dinding memiliki ukuran sebesar pintu lemari es dan dapat dipasang di dalam atau di luar rumah. Sebuah kumpulan sensor arus listrik memonitor penggunaan energi dan berapa banyak energi matahari yang diproduksi, sementara perangkat lunak peramalan yang cerdas memprediksi penggunaan dan produksi masa depan.

“Berdasarkan biaya listrik yang berbeda-beda dari jaringan listrik, maka Powerwall mengoptimalkan waktu pengisian dan pembuangan listrik,” kata juru bicara Tesla.

“Karena Powerwall telah mempelajari berbagai biaya listrik itu, maka Anda akan mendapatkan nilai paling banyak dari panel surya Anda tanpa harus mengubah bagaimana atau kapan Anda menggunakan energi.”

Sementara itu, Ovo Energy telah meluncurkan rangkaian baterai yang dapat digunakan dengan atau tanpa pembangkit energi terbarukan.

“Saya menggambarkan sistem Tesla dirancang untuk beroperasi untuk sistemnya sendiri,” kata kepala eksekutif Ovo Energy, Stephen Fitzpatrick. “Sehingga jika menggunakan Tesla Anda harus memiliki genset. Sebaliknya, sistem Ovo dirancang untuk dapat diintegrasikan ke dalam jaringan listrik yang ada.”

Sistem Ovo membantu rumah tangga memperoleh tarif listrik yang lebih murah saat terjadi puncak-beban-listrik  – yang bisa mencapai setengah harga puncak – dan juga mengintegrasikan energi yang tersimpan dalam mobil listrik mereka.

Tidak perlu panel surya atau bentuk pembangkit listrik lainnya; pelanggan dapat mengisi baterai mereka semalaman dan mengekspor listrik cadangan kembali ke jaringan pada siang hari.

https://www.itech.id/wp-content/uploads/2018/07/ovo-vcharge.png
Ovo VCharger, sistem penyimpanan energi listrik untuk perumahan (Ovo)

Perangkat lunak Ovo, VCharge, mengelola arus pasang surut ini, memanfaatkan informasi seperti prakiraan cuaca dan jadwal televisi untuk memprediksi periode permintaan listrik sedang tinggi.

Manfaat yang jelas darii Ovo sebagai penyedia energi adalah bahwa teknologi ini dapat menurunkan puncak-beban-listrik dan menyalurkannya untuk hal yang terkait dengan permintaan harian listrik, membuat lebih mudah dan lebih murah untuk mempertahankan pasokan listrik reguler.

“Ovo membantu membuat tagihan listrik yang lebih kecil,” kata Fitzpatrick.

Ovo telah menguji teknologinya di Orkney, Skotlandia, dengan memasang sistemnya di rumah lokal dan memungkinkan VCharge untuk mengontrol penyimpan panas dan silinder air panas.

“Kami mengelola ratusan perangkat VCharge dan menyeimbangkannya dengan ladang angin setempat,” kata Fitzpatrick.

“Di masa lalu, turbin sering harus dimatikan karena jaringan tidak memiliki kemampuan yang cukup.”

Menurut Ovo, energi yang dihemat dapat memberi daya setara 2.000 rumah selama setahun.

“Penyimpanan memainkan peran penting untuk mendukung negara karena membuat transisi menarik menuju sumber-sumber generasi rendah karbon, seperti angin dan tenaga surya, menyediakan fleksibilitas sistem yang terus meningkat,” kata juru bicara National Grid di Inggris kepada BBC.

Tapi untuk memiliki efek yang signifikan di tingkat nasional, penyimpanan energi rumah harus mencapai skala besar, dan biayanya saat ini menjadi masalah, dengan sistem yang memakan biaya ribuan pound. Tanpa subsidi pemerintah yang serius, rumah tangga tidak akan mampu menutup biaya mereka selama bertahun-tahun.

“Meski teknologi ini terbukti dan bekerja, itu masih pada tahap baru lahir dan tidak mendapatkan keuntungan dari skala ekonomi dalam produksi,” kata Nick Browne, seorang analis di konsultan riset energi Wood Mackenzie. “Karena harganya masih mahal.

“Tapi kami berharap bahwa biaya baterai bisa turun 50% pada 2025. Jika ini terjadi, instalasi baterai akan tumbuh secara signifikan, meningkatkan penetrasi energi terbarukan lebih lanjut dan mengurangi peran untuk menghasilkan bahan bakar fosil.”

Di Australia Selatan, Tesla sedang memasang perangkatnya di 600 rumah tahun ini, dan hingga 50.000 pada 2022. Tujuannya adalah untuk menciptakan “pembangkit listrik virtual” dengan 250 megawatt energi matahari dan 650 megawatt-jam penyimpanan baterai.

“Pada saat-saat penting, pembangkit listrik virtual dapat menyediakan kapasitas sebanyak turbin gas atau pembangkit listrik batubara,” klaim Tesla, yang mengarah ke tagihan yang lebih rendah dan pasokan yang lebih aman.

Tapi ini masih sangat kecil dibandingkan dengan jumlah energi yang disimpan oleh hydro, yang menyumbang 96% dari semua penyimpanan energi di seluruh dunia.

Ini adalah hari-hari awal penyimpanan energi rumah, tetapi bagi sebagian rumah tangga, biayanya tidak menjadi masalah.

“Secara finansial, teknologi penyimpanan energi di rumah memang belum memungkinkan, tetapi saya tidak melakukannya karena alasan keuangan,” kata Warren Philips dari Shoreham, Kent, juga pengguna Powerwall.

“Ini tentang putriku dan mengubah dunia untuknya.”

Sumber: BBC.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here