Beranda Indeks Business Solution Norwegia menguji pesawat listrik kecil, direncanakan membawa penumpang pada 2025

Norwegia menguji pesawat listrik kecil, direncanakan membawa penumpang pada 2025

https://www.itech.id/wp-content/uploads/2018/06/pesawat-listrik.jpg
Pesawat listrik berkursi 2 buatan Slovenia (Reuters)

Norwegia telah menguji pesawat listrik dengan dua kursi pada hari Senin dan memperkirakan awal untuk menerbangkan penumpang pada tahun 2025, jika teknologi penerbangan baru ini sesuai dengan gerakan ramah lingkungan yang telah membuat Norwegia sebagai pembeli mobil listrik terbesar dunia.

Menteri Transportasi Norwegia Ketil Solvik-Olsen dan Dag Falk-Petersen, kepala Avinor yaitu perusahaan negara yang menjalankan sebagian besar bandara Norwegia, melakukan penerbangan beberapa menit di sekitar bandara Oslo dengan pesawat Alpha Electro G2, sebuah pesawat listrik kecil dengan dua kursi yang dibangun oleh Pipistrel, perusahaan Slovenia.

“Ini adalah … contoh pertama bahwa kita bergerak maju cepat” menuju penerbangan yang lebih ramah lingkungan, Solvik-Olsen mengatakan kepada Reuters. “Kami harus memastikannya aman¬† karena orang tidak akan mau menerbangkannya jika mereka tidak mempercayainya.”

Dia mengatakan pembuat pesawat seperti Boeing dan Airbus sedang mengembangkan pesawat listrik dan harga baterai yang telah murah, sehingga layak untuk mencapai tujuan pemerintah untuk membuat semua penerbangan domestik di Norwegia menggunakan listrik pada tahun 2040.

Ditanya kapan penerbangan penumpang di pesawat listrik bisa dimulai, Falk-Petersen, yang juga sang pilot, berkata: “Tebakan terbaik saya adalah sebelum 2025 … Semua harus dialiri listrik pada 2040.”

Keduanya mengatakan pesawat, dengan berat lepas landas 570 kg (1255 lb), mengalami tersendat dan diterpa angin tetapi jauh lebih tenang daripada pesawat konvensional yang menggunakan bahan bakar fosil.

Norwegia ada di puncak liga dunia untuk penjualan per kapita mobil listrik seperti Teslas, Nissan Leafs atau Volkswagen Golfs, karena adanya dukungan insentif dari pemerintah seperti potongan pajak besar, parkir gratis dan pengecualian pembayaran di jalan tol.

Pada bulan Mei 2018, 56 persen dari semua mobil yang dijual di Norwegia menggunakan listrik murni atau hibrida meningkat dari hanya 46 persen pada bulan yang sama tahun 2017, menurut statistik resmi.

Norwegia, sebuah negara pegunungan yang dihuni lima juta orang di mana banyak fjord dan pulau terpencil berarti banyak rute berjarak pendek kurang dari 200 km, akan ideal untuk pesawat listrik, Solvik-Olsen mengatakan. Juga, 98 persen listrik di Norwegia dihasilkan dari tenaga air bersih.

Beberapa politisi dari partai oposisi mengatakan pemerintah Norwegia perlu melakukan jauh lebih banyak untuk memenuhi Green Commitment yang tertuang dalam dalam Perjanjian Iklim Paris yang ditandatangani oleh 200 negara.

“Ini adalah awal … tetapi kita harus membuat bahan bakar jet jauh lebih mahal,” kata Arild Hermstad, seorang pemimpin Partai Hijau.

Pesawat listrik pertama telah terbang melintasi Selat Inggris pada Juli 2015, yaitu Airbus E-Fan. Penerbang Perancis Louis Bleriot adalah yang pertama kali terbang melintasi Selat itu, pada 1909, dalam pesawat bertenaga bahan bakar fosil.

Pesawat listrik sejauh ini memiliki masalah berat besar yaitu baterai berukuran besar dan jangkauan terbang yang terbatas. Baik Falk-Petersen dan Solvik-Olsen mengatakan mereka telah menjalani diet ketat sebelum penerbangan.

Baca juga: Pesawat Masa Depan Hemat Energi

“Istri saya senang tentang itu,” kata Solvik-Olsen.

Berita ini diambil dari: Reuters.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here